Senin, 08 Juli 2013

BERAWAL DI LANTAI EMPAT - #Percikan




          Aku memandangi gedung bertingkat di depanku, setelah memarkirkan motor kesayanganku. Membayangkan akan menaiki gedung tersebut sampai lantai 4 tanpa lift, dan hanya menggunakan tangga biasa sebenarnya malas sekali. Namun, keinginan kuatku untuk mendalami bahasa Perancis membuat aku mulai menaiki satu persatu lantai.
Hup! Akhirnya sampai di lantai EMPAT!
          “Sisil!!” dengan nafas yang masih terengah-enggah aku memanggil temanku yang sedang berdiri didepan kelas, teman baruku di tempat kursus bahasa Perancis.
          “Halooo Tyas…” Di samping Sisil berdiri seorang cowok yang baru pertama kali aku lihat setelah 4 kali mengikuti kursus. Cowok itu tersenyum kepadaku, akupun membalas senyumnya. Hmmm…manis! Yup! Tampak  lesung pipitnya saat dia tersenyum.
          “Kenalin ini Rizal, anak baru.”
          Aku dan Rizal saling berjabat tangan sambil memperkenalkan nama kami masing-masing.
          “Aku telat masuk. Seharusnya aku masuk bareng kalian, namun karena ada kegiatan lain di sekolah, aku baru bisa masuk di pertemuan keempat ini.”
          “Belum banyak ketinggalan pelajaran kok Zal…”
          “Semoga Tyas…” Rizal kembali memamerkan senyum manis dan lesung pipit yang langsung membuatku terpesona. Ah, apakah ini namanya cinta pada pandangan pertama?
          “Eh masuk kelas yuks…” aku berjalan di samping Sisil, sedangkan Rizal berada di belakang kami saat masuk kelas.
*

          Aku mulai menunggu saat-saat kursus bahasa Perancis tiba. Hari Selasa dan Jumat sore adalah hari yang selalu aku nantikan. Semangatku jadi dobel, antara pengin belajar bahasa Perancis dan ketemu Rizal. Aku berencana melakukan pedekate padanya. Aku merasa cocok dengannya. Aku senang bisa menghabiskan waktu mengobrol dengan Rizal sebelum masuk kelas. Dengan Rizal, aku bisa membicarakan apa saja, tentang musik, film, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Aku yakin Rizal belum punya pacar. Sore ini aku sudah tidak sabar meneruskan obrolan kami beberapa hari yang lalu tentang film.
          “Tyas!” Rizal duduk didepan kelas saat aku baru tiba dilantai 4.
          “Hai Zal!” dengan sigap aku berjalan menghampiri Rizal lalu duduk disampingnya.
          “Ini buat kamu…” Rizal mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Aku menerima beberapa majalah yang diberikan Rizal kepadaku.
          “Apa ini Zal?”
          “Majalah film.”
          “Wah makasih Zal.”
          “Sama-sama.”
          Kami mulai mengobrol.
          Sebuah sms masuk ke ponselku. Sebuah pesan dari Sisil. “Tyas, sepertinya naksir Rizal!
Jantungku mulai berdegup tak karuan.
          “Tyas…oiii…Tyas!”
          “Oh… e… hmm… iya, Zal…”
          “Serius amat baca smsnya…hayooo dari siapa?”
          “Eh...ini… dari Sisil.”
          “Sisil?” Eh, kenapa wajah Rizal seketika bersemu merah saat menyebut nama Sisil?
“Sisil nggak masuk kan, hari ini?”
          “Masa? Sisil nggak bilang kalau dia ga masuk.”
          “Waktu tadi siang aku mengantar Sisil pulang, dia bilang kalau sore ini nggak masuk.”
          “Kamu nganterin Sisil pulang?” aku melihat lagi rona merah di wajah Rizal. Oh tidak! Rizal dan Sisil ternyata saling suka! Nyaliku untuk melakukan pedekate dengan Rizal seketika menciut. Asmaraku berawal di lantai empat, dan sepertinya akan berakhir pula di lantai empat.
          “Iya, siang tadi aku menjemput Sisil ke sekolahnya, lalu mengantar dia pulang.” Rizal tersipu malu.
Ow, ow. Rizal. Gue. End!
“Tyas, aku pengin ngajakin kamu diskusi film, nih! Mau nggak nanti habis kursus?”
Aku memandangi Rizal. Oh, aku terlalu jauh membayangkan. Ternyata Rizal dan aku belum end. Dia memang naksir Sisil. Tapi dia masih teman yang menyenangkan.
Aku mengangguk mantap. Siap-siap menikmati obrolan sore nanti dengan Rizal. Hmm, ini berarti kemungkinan untuk pedekate masih ada, kan? ***


# My Percikan, MAJALAH GADIS No. 15 ● XL ● 31 Mei-10 Juni 2013

Minggu, 28 April 2013

MOVIE DAY 2013 @LA LIGHTS INDIE MOVIE

-->
          Penyelenggaraan LA Lights Indie Movie tahun ini memang terasa berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun 2011 lalu, saat untuk pertama kalinya saya mengikuti acara ini. Dua tahun lalu, saya “terdampar” di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta untuk mengikuti workshop, menonton pemutaran film pendek, sekaligus bertemu dengan orang-orang yang memiliki dedikasi dibidang perfilman. Meskipun sinopsis cerita film saya tidak lolos, namun saya tetap merasa senang mengikuti workshop LA Indie Movie, dapet ilmu, dapet teman baru! :)
          Dan, tahun 2013 ini saya kembali mengikuti serangkaian acara LA Lights Indie Movie dengan tema “Movie Day 2013”. Saat mendapatkan email tentang serangkaian acara yang akan ada di Movie Day 2013, saya langsung berfikir, wah penyelenggaraan tahun ini beda! Lebih spesifik dan peserta bisa memilih kegiatan yang diikuti sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan bidang yang disukai. Karena saya suka menulis, saya langsung memilih minat, challenge, dan workshop yang berhubungan dengan “dunia menulis”. Karena hanya boleh memilih 3 minat yang diinginkan, saya memutuskan untuk memilih Workshop Writer’s Lab, Zona Idea To Script Idea Dropbox dan Scriptdoctor Booth.
          Akhirnya hari yang ditunggu tiba! Tanggal 27 April 2013 saya menuju JNM (Jogja Nasional Museum) untuk mengikuti serangkaian acara Movie Day 2013. Begitu sampai di tekape, saya melihat banyak tenda-tenda dengan berbagai atribut. Awalnya saya sempat bertanya-tanya, apakah acara Zona Idea To Script akan dilaksanakan di outdoor? Karena tenda bertuliskan Idea Dropbox terdapat disalah satu tenda-tenda yang berjejer itu. Dan, memang benar, semua acara kecuali workshop di laksanakan di outdoor! Wow….
          Setelah mengumpulkan ide di dropbox yaitu ide cerita film yang sama dengan sinopsis cerita yang saya kumpulkan saat pendaftaran, saya mulai berkeliling. Tibalah saya di area pemutaran film pendek, yang tempatnya di pendopo. Saya lalu duduk manis dan mulai menyaksikan film-film pendek yang diputar di “bioskop pendopo” tersebut. Sambil menunggu workshop yang saya pilih dimulai, saya mulai menonton satu persatu film yang diputar dari televisi berukuran besar.
Berikut adalah daftar film pendek yang saya saksikan :
1.   Saving Complate Stranger
2.   KiAmat
3.   Penghabisan
4.   Sumber Bodong
5.   Coklat Love
6.   The Crazy Fellas
7.   Test IQ
8.   Jarak
Kedelapan film pendek yang diputar memiliki cerita yang menarik, dua antaranya yang menjadi favorit saya adalah “Coklat Love” dan “Test IQ”.
Akhirnya sesi workshop tiba. Saya mengantri bersama teman-teman yang lain yang akan mengikuti workshop Writer’s Lab. Setelah sabar menanti dan mengantri, akhirnya workshop dimulai! Dengan pembicara Bapak Jujur Prananto, peserta workshop diberikan ilmu tentang “menulis di dunia film”. Meskipun ruang workshop terasa panas, karena gedung memang tidak dilengkapi pendingin, dan cuaca diluar cukup menyengat, namun saya dan juga peserta yang lain tetap antusias mengikuti workshop. Selama kurang lebih satu setengah jam Bapak Jujur Prananto, penulis skenario film ternama, salah satu film fenomenalnya adalah “Ada Apa Dengan Cinta” memberikan materi menarik dan berisi. Workshop selesai, dan sesi Scriptdoctor booth kembali diisi oleh Bapak Jujur Prananto.
Movie Day 2013 cukup fun, meskipun harus berpanas-panas ria karena 80% acara diadakan dioutdoor. Bisa menyaksikan zona-zona lain yang tidak saya pilih, bisa mendengarkan live band performance, bisa bertemu dengan teman-teman baru, membuat Movie Day 2013 terasa menyenangkan. Meskipun (lagi-lagi) sinopsis cerita film saya tidak “lolos sensor” dan harus menelan kekecewaan (lagi), namun saya tetap senang karena bisa mendapatkan ilmu, tontonan, dan pengalaman baru.
Movie Day 2013 is my day! :)     
         

Melewati Waktu

Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...