Sabtu, 31 Agustus 2019

Ngomongin (film) Gundala

Corat-coret blog dulu... Yah, mumpung malam minggu *aelah*
Baik, mau ngobrolin film yang lagi hits ah, Gundala.
Saya sudah nonton dong filmnya di hari pertama diputar di bioskop, tanggal 29 Agustus lalu, di jam pertama pula :D 
Sejak bocoran film ini mulai bergulir di sosial media-nya Joko Anwar sebagai sutradara (ya, karena saya memang followernya sih), rasa penasaran pada film ini mulai mucul. Jujur saja, saya bukan pembaca komik Gundala, namun secara garis besar, saya tahu tentang cerita Gundala.
Mengintip proses pembuatan film Gundala yang dishare sama Joko Anwar melalui sosmed, jadi semakin excited buat nonton filmnya.
Setelah pengumuman bahwa tiket bisa dibeli beberapa hari sebelum film diputar, saya segera ke bioskop. Syukurlah, keinginan untuk menonton film Gundala di hari pertama, jam pertama, bisa terwujud :)
Okelah, mari ngobrolin tentang film Gundala yang sekarang sedang tayang di bioskop itu. Selama saya menonton film Indonesia di bioskop Empire Jogja, saya belum pernah menonton di studio 1, biasanya dapet studio 4 atau 5. Nah, ternyata karena faktor dolby atmos-nya! Jadi, suara yang dihasilkan bikin filmnya lebih cetar menggelegar! Eh, beneran looh, pas ada petir-petirnya berasa beneran ikut kesamber petir, haha!   
Mengikuti jalan cerita film Gundala memang menyenangkan, meskipun saya sempat bertanya-tanya dalam hati, ini tokoh siapa ya? Kenapa dia begitu ya? Well, sekali lagi, karena saya bukan pembaca komik Gundala ya, jadi masih rada bingung :( ya, tapi dapet bocoran dikit-dikit juga sih dari info yang dishare (lagi-lagi oleh) Joko Anwar tentang beberapa tokoh di film Gundala.
Sebagai penggemar Rio Dewanto, senang bisa lihat dia di film Gundala, meskipun ya hanya sebentar saja munculnya, sebagai bapaknya Sancaka (Gundala), yang akhirnya diceritakan meninggal.
Banyak adegan-adegan seru di film Gundala, meskipun miris juga pas lihat adegan "penyiksaan" pada Gundala kecil, dan juga Pengkor's gank saat kecil, hadeeww ga tega bener :( 
Secara action, film Gundala dapet sih feel-nya, adegan berantemnya cukup menarik. Di antara anak-anaknya "Bapak" Pengkor, yang paling seru menurut saya sih si Asmara Abigail.
Ada beberapa adegan yang "membekas", misalnya adegan di rel kereta api. Jadi nih, kalau sekarang melintasi rel kereta, jadi kebayang aja adegan tersebut, haha! Yang paling menarik buat saya sih saat si Gundala kesamber petir, sumpah itu keren banget. Ya itu tadi, berasa ikutan kesamber petir! :D
Senang bisa menonton film Gundala, dan rasanya penonton lain yang di jam 11.45 hari itu nonton juga senang, tepuk tangan bergemuruh saat film selesai, kece! Film Gundala secara sinematrografi bagus, sound nya bagus, dan akting para pemain filmnya juga bagus. 
Baiklah, sekian ulasan film Gundala ala-ala ini, hihi!
Happy Saturday night! 
Selamat bermalam panjang bagi yang merayakan ;)
❤❤❤ 

Jumat, 02 Agustus 2019

Ngobrolin Film

Pink in the morning, 
Kemarin kan nonton film Bridezilla terus jadi pengen corat-coret blog. Secara tema filmnya adalah... jreng... jreng... jreng.... pernikahan! Hmmm... so yummy banget kan ya buat bahan menulis di blog pagi ini, haha!
Baik, mau cerita sedikit tentang film Bridezilla yang dibintangi oleh salah satu idola saya, Rio Dewanto. Well, kemampuan Rio di film menjadi laki-laki yang sweet memang tidak diragukan lagi sih, hihi. Ya, kalau punya calon suami, terus akhirnya jadi suami, se- sweet Alvin (Rio Dewanto) di film Bridezilla, bakal leleh :)
Jadi, pasangannya Alvin, Dara (Jessica Mila) punya impian pernikahan sejak kecil, dan saat dia menikah dengan Alvin, pernikahan impiannya ingin diwujudkan. Meskipun saat menuju pernikahan tersebut ada konflik yang menyertai, namun akhirnya ya mereka menikah juga. Dara yang pendiri Wedding Organizer sudah berkali-kali membuat acara pernikahan untuk orang lain, dan zonk-nya adalah pernikahan gagalnya Queen Lucinta Luna. Asli, pas adegan Lucinta, ngakak! 
So far, film Bridezilla bagus.
Lewat film Bridezilla, saya (yang belum menikah ini) seperti mendapat "pelajaran" tentang pernikahan, terutama dari Abah-nya Dara. Bahwa sebuah pernikahan itu ya bagaimana nanti ke depannya dalam menjalani hidup bersama pasangan. Pernikahan bukan tentang "pesta"nya saja. 
Yang bikin mewek itu, ada kesamaan antara Dara dan saya, Ibunya Dara sudah meninggal, dan saya langsung teringat Almarhumah Ibu. Pada titik itu saya menangis.
Well, pernikahan itu rumit-rumit gampang ya rasanya. Ah, mungkin saya sok tahu, haha! Ingginnya, menikah itu ya sekali seumur hidup. Aamiin. Jadi ya sebuah pernikahan itu rasanya perlu persiapan matang ya. Eh, tapi kalau tiba-tiba ketemu jodohnya, terus langsung klik, kemudian menikah, ya sweet juga sih *ya, kalau jodohnya kaya Rio Dewanto :p
Pernikahan oh pernikahan...
So, apa kamu punya pernikahan impian seperti sosok Dara di film Bridezilla yang sudah "merancang" pernikahannya sejak kecil, dan ingin mewujudkannya saat dewasa ketika menikah? Kalau iya, semoga impian pernikahan yang kamu impikan terwujud ya :)
So, Happy Friday!
      

Melewati Waktu

Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...