Minggu, 29 Agustus 2021

SI TETANGGA IDOLA - Cerita Pendek

 

SI TETANGGA IDOLA

 

Kabar yang beredar satu minggu belakangan ini, kalau ada selebritis yang menjadi bagian masyarakat di wilayah tempat tinggalku, menyebar dan cukup santer terdengar. Para tetangga sedang sibuk membicarakan orang tersebut. Rumah di ujung jalan, yang mana hanya berselisih 2 rumah dari rumahku, katanya dihuni oleh bintang sinetron kenamaan. Sebenarnya aku cukup heran mengetahui ada selebritis beken yang tinggal di wilayah tempat tinggalku. Jalan depan rumah yang hanya bisa dilewati dua mobil secara bergantian, mungkin bukan sebuah pilihan tempat tinggal bagi seorang public figure.

          “Eh, gimana, sudah ketemu sama si pemain sinetron itu?” Carla, teman sedari kecil, tetangga beda gang, yang sore ini sedang main ke rumah, langsung memasang tampang kepo to the max saat kami sedang duduk santai di teras.

          “Kalaupun ketemu, gue juga ga bakal ngeh dia tuh yang mana. Secara Bunda juga bukan penggemar sinetron striping kaya Ibu-Ibu di sini, jadi ya gue belum pernah lihat tampang tuh orang, at least di tv sekalipun. Cuman tahu nama doang sih.”

          “Dasar kudet! Nonton infotaiment makanya.”

Gue nonton kok, kalau pas ada Nicolas Saputra sih...”

“Hahaha! Well, berhubung Mama penggemar berat doi, jadilah setiap hari terpaksa deh gue harus mendengarkan puja puji beliau ke orang itu.”

“Tapi Mama lo ga kaya Ibu-Ibu disini, yang pada heboh wara-wiri di depan rumahnya si aktor sinetron itu.”

“Untungnya belum sih, namun entah suatu hari nanti. Gue harap itu ga akan terjadi! Malu gue kalau beneran bakal kejadian.”

          “Hihihi. Katanya orangnya tuh ganteng banget.”

          “Kalau ga ganteng ya ga bakal jadi pemain sinetron kaliiiii...”

          “Hahaha, iya juga sih. Kalau gue perhatiin nih, tuh rumah sepi-sepi aja.”

          “Ya doi sibuk suting kali.”

          “Pernah lihat ada orang bersih-bersih sih, semacam home cleaning service gitu.”

          “Diam-diam elo memperhatikan juga… curiga gue.”

          “Yaelah, pas kebetulan aja itu.”

          Elo ga mulai ikutan wara-wiri di depan rumahnya kan?”

          “Ih, ogah bener! Eh, tapi heran ga sih, masa artis beken mau tinggal di wilayah kita ini. Biasanya selebritis tuh kan milih tinggal di apartement, atau komplek perumahan mewah gitu…”

          “Iya sih. Ah, ga usah curigaan. Mungkin dia selebritis yang down to earth, mau tinggal di kampung kita yang semi komplek perumahan ini, hihi.”

          “Aih, down to earth!”

          “Atau doi sedang dalam misi tertentu.”

          Like what?”

          “Kali aja gebetannya tinggal di wilayah sini, dan doi lagi mau pedekate gitu.”

          “Bisa aja teori lo!”

          Carla ngakak.

          “Eh Sheila, semester ini gue mulai magang di kantor iklan itu lho.”

          “Wah, keren!”

Aku dan Carla berhenti membicarakan si pemain sinetron itu, dan berganti topik pembicaraan tentang kuliah kami masing-masing.

*

          Sebenarnya aku paling malas kalau disuruh Bunda untuk pergi ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari rumah. Berhubung persediaan telur dan beberapa bumbu dapur instan di rumah habis, dan sore nanti Bunda harus memasak untuk makan malam kami sekeluarga, akhirnya aku berangkat juga ke minimarket.

Mau tak mau aku nurut kalau disuruh Bunda ke minimarket. Bagaimana lagi, adikku baru kelas 2 SD, tentu Bunda akan menunjukku dalam hal bantu membantu urusan rumah. Dulu aku sempat mengira akan menjadi anak tunggal, karena selama belasan tahun hanya aku saja yang menjadi anak Bapak dan Bunda, eh kemudian aku memiliki adik perempuan yang manis dan lucu.

          BRUK! Ampun aku menabrak seseorang saat memasuki minimarket. Lagian ini orang antri di depan kasir kok ya seenak-enaknya aja, deket bener sama pintu masuk. Huh!

          YA AMPUN GANTENG BANGET COWOK INI! Jantungku berdegup saat bertatatapan dengan seseorang yang aku tabrak tadi.

          “Eh, ada Vino Raharjo!” Seseorang yang baru masuk minimarket langsung heboh dan sedikit histeris. Dan, dalam waktu hanya per sekian detik saja, cowok ganteng yang aku tabrak tadi sudah sibuk membalas sapaan orang yang baru masuk minimarket bersama 2 temannya.

Eh, siapa? Vino Raharjo? Sound familiar with that name!

*

          “Akhirnya ketemu juga lo sama bintang sinetron itu.” Carla cekikikan selesai mendengar ceritaku 2 hari yang lalu di minimarket.

          “Pas denger rumpian cewek-cewek itu, setelah tuh orang cabut, gue baru sadar, ya ampun cowok yang gue tabrak si bintang sinetron itu. Tapi beneran sih orangnya emang ganteng.”

          “Ntar kalau ketemu lagi sama dia minta foto barenglah, lumayan kan buat eksis di sosmed. Ketemu seleb! Gitu kira-kira captionnya.”

          “Boleh juga tuh…”

          Carla cekikikan.

          “Bangku ini kosong?” Aku dan Carla langsung berhenti makan siomay langganan di warung tenda samping minimarket saat seseorang menyapa kami.

          “Eh… iya, kosong.” Aku sedikit terbata saat menjawab. Aku melihat Carla tampak takjub dengan cowok yang sedang tersenyum ke arah kami.

My God, Vino Raharjo duduk di sampingku!

          “Mungkin teori lo tentang cewek gebetan itu adalah gue.” Aku berbisik pelan, dan disambut mata melotot serta tendangan kaki lumayan kencang di bawah meja dari Carla.

Jantungku mulai berdegup. ***  

         


Melewati Waktu

Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...