SI TETANGGA IDOLA
Kabar
yang beredar satu minggu belakangan ini, kalau ada selebritis yang menjadi bagian
masyarakat di wilayah tempat tinggalku, menyebar dan cukup santer
terdengar. Para tetangga sedang sibuk membicarakan orang tersebut. Rumah di
ujung jalan, yang mana hanya berselisih 2 rumah dari rumahku, katanya dihuni
oleh bintang sinetron kenamaan. Sebenarnya aku cukup heran mengetahui ada
selebritis beken yang tinggal di wilayah tempat tinggalku. Jalan depan rumah
yang hanya bisa dilewati dua mobil secara bergantian, mungkin bukan sebuah pilihan
tempat tinggal bagi seorang public figure.
“Eh, gimana, sudah ketemu sama si pemain sinetron itu?” Carla, teman sedari kecil, tetangga beda gang, yang sore ini
sedang main ke rumah, langsung memasang tampang kepo to the max saat kami sedang duduk santai di teras.
“Kalaupun ketemu, gue juga ga bakal ngeh
dia tuh yang mana. Secara Bunda juga bukan penggemar sinetron striping kaya Ibu-Ibu di sini, jadi ya gue belum pernah lihat tampang tuh
orang, at least di tv sekalipun.
Cuman tahu nama doang sih.”
“Dasar kudet! Nonton infotaiment makanya.”
“Gue nonton kok, kalau pas ada Nicolas
Saputra sih...”
“Hahaha!
Well, berhubung Mama penggemar berat
doi, jadilah setiap hari terpaksa deh gue
harus mendengarkan puja puji beliau ke orang itu.”
“Tapi
Mama lo ga kaya Ibu-Ibu disini, yang
pada heboh wara-wiri di depan rumahnya si aktor sinetron itu.”
“Untungnya
belum sih, namun entah suatu hari nanti. Gue
harap itu ga akan terjadi! Malu gue
kalau beneran bakal kejadian.”
“Hihihi. Katanya orangnya tuh ganteng
banget.”
“Kalau ga ganteng ya ga bakal jadi
pemain sinetron kaliiiii...”
“Hahaha, iya juga sih. Kalau gue perhatiin nih, tuh rumah sepi-sepi
aja.”
“Ya doi sibuk suting kali.”
“Pernah lihat ada orang bersih-bersih
sih, semacam home cleaning service
gitu.”
“Diam-diam elo memperhatikan juga… curiga gue.”
“Yaelah, pas kebetulan aja itu.”
“Elo
ga mulai ikutan wara-wiri di depan rumahnya kan?”
“Ih, ogah bener! Eh, tapi
heran ga sih, masa artis beken mau tinggal di wilayah kita ini. Biasanya
selebritis tuh kan milih tinggal di apartement, atau komplek perumahan mewah
gitu…”
“Iya sih. Ah, ga usah curigaan.
Mungkin dia selebritis yang down to earth,
mau tinggal di kampung kita yang semi komplek perumahan ini, hihi.”
“Aih, down to earth!”
“Atau doi sedang dalam misi tertentu.”
“Like
what?”
“Kali aja gebetannya tinggal di
wilayah sini, dan doi lagi mau pedekate
gitu.”
“Bisa aja teori lo!”
Carla ngakak.
“Eh Sheila, semester ini gue mulai magang di kantor iklan itu lho.”
“Wah, keren!”
Aku
dan Carla berhenti membicarakan si pemain sinetron itu, dan berganti topik
pembicaraan tentang kuliah kami masing-masing.
*
Sebenarnya aku paling malas kalau
disuruh Bunda untuk pergi ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari rumah.
Berhubung persediaan telur dan beberapa bumbu dapur instan di rumah habis, dan
sore nanti Bunda harus memasak untuk makan malam kami sekeluarga, akhirnya aku
berangkat juga ke minimarket.
Mau
tak mau aku nurut kalau disuruh Bunda ke minimarket. Bagaimana lagi, adikku
baru kelas 2 SD, tentu Bunda akan menunjukku dalam hal bantu membantu urusan
rumah. Dulu aku sempat mengira akan menjadi anak tunggal, karena selama belasan
tahun hanya aku saja yang menjadi anak Bapak dan Bunda, eh kemudian aku memiliki
adik perempuan yang manis dan lucu.
BRUK!
Ampun aku menabrak seseorang saat memasuki minimarket. Lagian ini orang antri
di depan kasir kok ya seenak-enaknya aja, deket bener sama pintu masuk. Huh!
YA
AMPUN GANTENG BANGET COWOK INI! Jantungku berdegup saat bertatatapan dengan
seseorang yang aku tabrak tadi.
“Eh, ada Vino Raharjo!” Seseorang yang
baru masuk minimarket langsung heboh dan sedikit histeris. Dan, dalam waktu hanya
per sekian detik saja, cowok ganteng yang aku tabrak tadi sudah sibuk membalas
sapaan orang yang baru masuk minimarket bersama 2 temannya.
Eh,
siapa? Vino Raharjo? Sound familiar with
that name!
*
“Akhirnya ketemu juga lo sama bintang sinetron itu.” Carla
cekikikan selesai mendengar ceritaku 2 hari yang lalu di minimarket.
“Pas denger rumpian cewek-cewek itu,
setelah tuh orang cabut, gue baru
sadar, ya ampun cowok yang gue tabrak si bintang sinetron itu. Tapi beneran sih orangnya emang ganteng.”
“Ntar kalau ketemu lagi sama dia minta
foto barenglah, lumayan kan buat eksis di sosmed. Ketemu seleb! Gitu kira-kira
captionnya.”
“Boleh juga tuh…”
Carla cekikikan.
“Bangku ini kosong?” Aku dan Carla
langsung berhenti makan siomay langganan di warung tenda samping minimarket
saat seseorang menyapa kami.
“Eh… iya, kosong.” Aku sedikit terbata
saat menjawab. Aku melihat Carla tampak takjub dengan cowok yang sedang
tersenyum ke arah kami.
My God, Vino Raharjo duduk
di sampingku!
“Mungkin teori lo tentang cewek gebetan itu adalah gue.” Aku berbisik pelan, dan disambut mata melotot serta tendangan
kaki lumayan kencang di bawah meja dari Carla.
Jantungku
mulai berdegup. ***