JATUH CINTA LAGI
“Wah,
wah, ini anak malah bengong.”
“Aku
tuh lagi memikirkan omongan kamu.”
“Omongan
aku yang mana?”
“Yang
barusan ini, soal jatuh cinta…”
“Nah,
akhirnya bisa mikir juga nih anak.”
“Hey, memangnya selama ini aku ga mikir
apa?”
“Ampun
Sania! Setiap hari melamun, mata bengkak, diajakin ngobrol ga nyambung...”
“Ya
kan lagi putus cinta…”
“Oke, fine!”
“Kan butuh
waktu buat sedih…”
“Jadi, kamu
siap jatuh cinta lagi?”
“Maybe…”
“Helooo,
wake up Sania! Bayu itu...”
“Mungkin
aku akan jatuh cinta lagi, dengan Bayu.”
“Helooo!!!!”
Aku
tertawa ngakak, dan Mawar langsung cemberut.
*
Bukan
perkara mudah untuk bisa jatuh cinta lagi saat ini. Kata orang cinta pertama
itu susah dilupakan, dan menurutku itu benar adanya. Menjalin cinta selama
hampir 2 tahun bersama Bayu, dengan segala suka dan duka yang sudah dilewati,
walau pada akhirnya harus putus setelah kami break satu bulan, sangatlah membekas di hati dan ingatan.
Di awal aku
dan Bayu berpisah 2 bulan lalu, betapa repotnya harus mengompres mata yang
bengkak dengan es batu saat akan berangkat ke sekolah, setelah semalaman
menangis. Dan, sialnya, sahabatku Mawar selalu bisa "melihat" kesedihanku itu. Namun
masa-masa sedih itu sedikit mulai memudar sekarang. Aku sudah jarang menangis,
hanya terkadang rasa sedih datang saat berada di dalam angkot. Teringat dulu
Bayu selalu mengantar dan menjemput sekolah dengan motor kesayangannya.
*
Aku
dan Aryo menuruni anak tangga Perpustakaan Kota setelah kami selesai membaca
buku dan menyelesaikan tugas ekstrakulikuler Fotografi. Sebenarnya tadi ada
empat orang teman kami yang tergabung dalam kelompok fotografi dari beberapa
kelas, tapi mereka sudah pulang duluan setelah tugas selesai dikerjakan.
“Kita
duduk-duduk dulu di situ yuk…” Aryo menunjuk bangku kayu di taman
Perpustakaan.
“Boleh…”
Kami
duduk bersebelahan.
“Setelah
lulus nanti kamu akan kuliah dimana Sania?”
“Rencananya
sih di Jakarta.”
“Wow,
Jakarta! Nice…”
“Iya,
aku memang punya cita-cita kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di sana. Dan
kebetulan banget ada Tante yang tinggal di Jakarta, jadi aku bisa menetap di rumah
beliau kalau nanti diterima di Universitas tersebut.”
“Oh.”
“Kalau
kamu mau kuliah dimana?”
“Aku
akan kuliah di Yogya saja.”
“Yogya,
kota kita tercinta.”
“Betul!”
Bayangan
Bayu yang tiba-tiba melintas segera kutepis. Tidak, aku tidak sedang rindu
Bayu!
“Hmmm…
Kamu pernah menjalani hubungan LDR Sania?”
“Long distance relationship? Belum.”
“Kira-kira
kamu sanggup tidak kalau menjalani LDR?”
“Entahlah.”
“Sejak
kita ikut kelas fotografi, kita jadi lebih dekat ya Sania…”
“Iya
sih, padahal kelas kita sebelahan tapi dulu-dulu ga ketemu aja looh.”
Aryo
tertawa.
“Sania,
kalau nanti kamu kuliah di Jakarta, dan aku di Yogya, apa kita bisa…”
“Bisa
apa Aryo?”
“Aku
jatuh cinta dengan kamu Sania…”
Jantungku
berdebar. Bayangan Bayu kembali melintas. ***