Senin, 10 Desember 2018

Masih Tentang Film

Happy Monday!
Hah, ngobrolin film lagi ah...
Hmmm... Mau cerita-cerita tentang JAFF yang diselenggarakan beberapa waktu lalu ah :) 
Seperti biasa, dalam beberapa tahun terakhir ini saya tidak melewatkan acara JAFF. Meskipun tidak menonton semua film yang diputar di JAFF, bahkan hanya beberapa film saja, namun tetap senang bisa menjadi bagian dari penonton film JAFF.
Tahun ini saya menonton dua film yaitu film Sultan Agung dan Love is A Bird. Satu film incaran yang tidak berhasil ditonton adalah film Ave Maryam. Sedih juga pas ga kebagian tiket ots film itu. Pas datang ke Empire, antrian sudah membludak! Yah, semoga nanti mendapat kesempatan untuk menonton film Ave Maryam ya :)
Ada satu lagi acara yang saya ikuti di JAFF yaitu Public Lecture "Classic Asian Film". Senang bisa mengikuti acara tersebut, karena pengetahuan tentang film kembali bertambah. Sempat juga menonton pamerannya JAFF di Jogja National Museum. 
Datang ke acara film memang bikin greget ya, apalagi kalau ada hal-hal menarik yang bisa kita dapatkan dalam acara tersebut. As JAFF ini misalnya. Film Love is A Bird, tayang perdana di JAFF, dan senang bisa mendapatkan kesempatan menonton film dengan setting kota Jogja itu :) 
Sedangkan film Sultan Agung sudah pernah ditayangkan di bioskop, namun belum sempat menonton, dan senang bisa mendapatkan kesempatan menonton film tersebut di JAFF.
Masih soal film nih... Semalam menonton acara FFI di televisi, dan senang sekali idola akuh, Nicolas Saputra keluar sebagai pemenang kategori pemeran pendukung pria terbaik di film Aruna Dan Lidahnya. Wohoooooo!!!  
Yah menonton film itu memang menyenangkan :) kaya kalau ketemu kamu gitulah... menyenangkan *eeaaaaaa ;p
Baiklaaah... Selamat menonton film favorit! :)


Sabtu, 17 November 2018

Nonton Film

Hey, November... 
Siang-siang dengan terik matahari yang menyengat beberapa hari belakangan ini, setelah beberapa waktu lalu Jogja diguyur hujan, ya tetap terasa menggembirakan :) Alhamdulillah, hujan dan panas tetap disyukurin dunk ya :D
Corat-coret blog dulu... ngomongin film ah! Ya, kaya lagunya Sheila On 7 itu, Film Favorit, "... sama seperti di film favoritku, semua cara akan kucoba..." Ah, lagu yang keceh!
Suka film apa? Kalau saya sih suka drama, komedi... asal ga horor, atau film-film "berdarah" gitu deh, takuuutttt...hehehe...
Seriusan, waktu trailer film Suzzanna mulai beredar di sosial media, sok-sok an dunk nonton, dan asli, langsung kebawa sampai mimpi, hadewww :( Iya, dari dulu kalau nonton film horor itu hawanya ga asyik gitu, takut aja :( Jadilah, mau film horor dibintangi oleh bintang film kesukaan, terpaksa ga nonton deh...
Beberapa hari lalu saya nonton film "Hanum Rangga", secara ada si Rio Dewanto kesukaan di film itu hahahaha! Dan memang, Rio Dewanto yang berperan sebagai Rangga, bikin baper deh, ya Allah sisain satu untukku yang begitu *uhuk* :p ya, gimana ya, kalau punya pasangan like Rio Dewanto as Rangga, ya termehek-mehek pastilah hehehehe... udah cute, sayang istri, baik hati, sosok sempurna untuk pendamping hidup... hasyeeekkk! :D
Yang juga mencuri perhatian di film Hanum Rangga adalah sosok Sam, yang diperankan oleh Alex Abbad, kece bangeettt! Alex Abbad gokil! Bikin film lebih "hidup". Ya seru juga latar belakang filmnya yang berlokasi di New York. Secara belum pernah ke New York ya, jadi seru aja lihatnya hihihi... :O
Jadi pas nonton Hanum Rangga itu, pas hari perdana pemutaran film Suzzana di bioskop. Udah mau batal nonton karena antrian yang panjang, jadi gini nih yang ada di fikiran, kalau sampai jam yang ditentukan untuk pemutaran film masih antri, ya cabutsss.... Eh, syukurlah, antrinya yang kurang lebih 20 menitan, bisa "tembus". Terus pas selesai nonton film dunk... itu antrian di loket bioskop untuk film Suzzana masih aja ramai! Luar biasaaa!!! Film horor itu memang punya "magnet" ya :) Yang sanggar sih kalau nonton film horor sendirian, dan itu terjadi dunk pada seorang ibu-ibu gaol yang antri didepan saya, beliau nonton Suzzana sendirian! Paraaahh!!! Ya, kalau saya sih sering (banget) nonton film sendirian, tapi kalau film horor nonton sendirian, meskipun didalam gedung bioskop nanti juga banyak temannya, tapi tetep serem ga sih hehehe...
Nonton bioskop sendirian itu menyenangkan kok, kita jadi bisa berkonsentrasi penuh terhadap film yang memang benar-benar ingin kita tonton :) Nonton film bareng keluarga, teman, atau pasangan ga kalah seru juga :D
Film-film favorit yang beneran pengen kita tonton itu memberikan efek yang menyenangkan looh... Ya, film favorit itu kan bisa datang dari aspek apa saja ya, misalnya bintang film kesukaan, jenis genre film yang disuka, atau karena sutradara filmnya yang jadi kesukaan :) apapun itu, pastikan nonton film yang memang beneran pengen ditonton. Kan sayang, sudah mengeluarkan uang untuk nonton bioskop, terus ga suka sama filmnya, hikssss :((( Ya, kecuali dapet tiket gratisan, atau ditraktir nonton, haiyukslah, hahahaha! :p
So, sudah berencana nonton film apa? Film dalam negri banyak yang bagus looh, secara saya memang lebih sering nonton film Indonesia sih dibanding film luar :D
Tahun depan akan ada banyak film Indonesia yang siap untuk dinikmati. Wohoooo!!! InsyaAllah, rezeki buat nonton film favorit bakal ada aja ya, amin :) Akan ada Rio Dewanto lagi nih di film Gundala yang tayang tahun depan, hehehehe.... Meskipun bukan sebagai pemeran utama di film tersebut, at least ada Rio-nya lah :) 
Well, selamat menonton film favorit! Pasti langsung senyum-senyum sendiri pas keluar dari bioskop, hahahaha!
Happy Saturday :)

Selasa, 30 Oktober 2018

Jalani Hari

Whooppsss, sudah di penghujung Oktober aja nih, corat-coret blog dululah...
Well, mau ngomongin tentang menulis cerita ah... 
Nulis cerita buat saya adalah sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, dan mengasyikkan. Menulis cerita, seperti menulis cerpen, adalah kegiatan yang seru mengharu biru... Nantinya, cerpen tersebut akan dikirimkan pada sebuah kompetisi menulis, dikirimkan ke majalah, atau hanya disimpan saja di dalam file, tetap saja rasanya melekat di hati dan jiwa.
Jika sudah mengirimkan cerpen ke sebuah lomba, dan belum menang, rasanya memang sedih. Namun, terus menulis saat mendapatkan ide itu rasanya nagih banget! Mengirimkan cerpen ke Majalah, dan belum dimuat, memang bikin kecewa. Namun semangat untuk terus membuat karya itu membuat hari lebih indah. 
Tidak mudah memang ketika karya kita, sebuah usaha yang sudah dibuat dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga, menjadi harapan kita untuk terus mengembangkan diri, pada akhirnya diacuhkan, diabaikan, dan ditolak. Kalau kata Neng Cita Citata mah, sakitnya tuh disini! Hohoho... Ya tapi itu tadi, kalau menulis sudah menjadi soulmate, rasanya tetap terasa menyenangkan bisa merangkai kata demi kata untuk menjadi sebuah cerita, sebuah karya.
Ide yang terus bertahan di kepala itu memang mengasyikkan jika dituangkan. Ya, misalnya, dalam urusan tulis menulis cerita itu. Ketika ide mengalir dengan deras, rasanya sayang untuk diabaikan begitu saja. 
Sekarang nih, rasanya girang banget saat mengetahui tulisan cerita yang saya buat sudah memasuki halaman 60+ kyaaaaaaa!!!! Ya, ceritanya lagi belajar bikin novel gitu... Ihiiiyyy :)
Pernah juga mencoba menulis naskah untuk film pendek, dan naskah drama, pada taraf belajar secara otodidak sih... meskipun belum dibuat jadi film pendek, atau naskah drama belum dipentaskan, namun rasanya tetap bahagia saja :) Tentu harapannya karya tersebut bisa dipertontonkan di khalayak ya... amin ya Allah :)
Ya, apapun kegiatan yang disuka, memang sebaiknya terus dilakukan, supaya tetap bahagia dalam menjalani hari. Seperti menulis nih misalnya... menulis diary juga seru looh :) kegiatan menulis diary sudah saya lakukan sejak Sekolah Dasar, dan sampai sekarang saya masih melakukan kegiatan tersebut! Hahahaha... Kalau suka memasak, merangkai bunga misalnya, ya lakukan saja. Sungguh, melakukan hal yang disuka itu membahagiakan kok.
Baiklah... selamat menikmati siang yang terik :)   

Jumat, 28 September 2018

Film Aruna Dan Lidahnya itu...


Pagi-pagi sudah corat coret blog aja nih hehehe… Gara-gara Nicolas Saputra nih, semangat corat-coret langsung membahana J
Why Nicolas Saputra? Karena film Aruna Dan Lidahnya, yang saya tonton kemarin. Yay!
Sejak tahu kalau Nicolas akan main di film Aruna Dan Lidahnya, langsung ga sabar pengen nonton filmnya. Dan, kemaren, saat hari pertama pemutarannya di bioskop, langsung nonton dunk… *eeaaaa
Film Aruna Dan Lidahnya itu sweet banget J saya pernah baca novelnya, tapi agak lupa-lupa inggat dengan ceritanya. Secara itu novel dulu pas baca dipinjemin sama teman, jadi ya ga sempet baca ulang pas mau nonton hehehe… Terus, pas kemarin nonton filmnya, langsung ingget sama ceritanya.
Aruna Dan Lidahnya bercerita tentang 4 tokoh utama dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda, tapi ada satu yang menyatukan mereka, yaitu makanan! Melihat film Aruna Dan Lidahnya, berasa lidah kita dimanjakan oleh makanan yang tersaji, meskipun ya hanya lewat layar bioskop, tapi berasa kita “ikut melahap” makanan yang tersaji itu. Beberapa makanan Nusantara tersaji di film ini. Yummy!
Cerita tentang cinta yang tersaji di film Aruna Dan Lidahnya itu manis banget digambarkannya. Dan yang menyenangkan itu, pada akhirnya masing-masing tokoh bisa bersama dengan orang yang disayang, yang memang mereka inginkan berada di sisi mereka, so sweet! Cerita persahabatan antara Bono dan Aruna yang diperankan oleh Nicolas Saputra dan Dian Sastro mengalir dengan baik. Well, mungkin ga harus yang ‘sahabat jadi cinta’ ya hahahahaha! Selain itu juga ada cerita lain tentang korupsi dari sebuah kasus besar yang pernah terjadi di Negri ini. Cerita yang campur-campur, dengan kemasan yang indah.
Nicolas Saputra di Aruna Dan Lidahnya berperan sebagai chef, dan itu kece banget! Suka, suka, suka :D jadi ngebayangin gimana kalau dimasakin sama Nico, wah ga bakal dimakan kali itu makanan, disimpen saja hihihi…
Hmmm…. Aruna dan Lidahnya film yang bagus, dengan setting beberapa daerah di Indonesia, seperti Surabaya, Madura, Singkawang, Pontianak, membuat kita berasa keliling Nusantara. Indonesia indah J
Baiklah, selamat menonton film ya, apapun genre film favorit, ya tonton. Rezeki buat nonton film mah insyaAllah ada aja ya J  yukslah, ke bioskop dan dukung film dalam negri J
Happy Friday!  

Rabu, 19 September 2018

Film Crazy Rich Asians Itu...



Ngomongin film plus corat-coret blog ah :D
Yups, karena penasaran dengan film Crazy Rich Asians yang nge-hits itu, akhirnya kemarin memutuskan untuk menonton film fenomenal itu. Sudah sempat membaca beberapa lembar novelnya sih, pinjaman dari Tante hehehe… Awalnya niat banget baca, namun kok agak pe-er juga pas ngeliat novelnya yang “tebal” itu hihihi…  
Lalu, akhirnya novelnya diangkat menjadi film pada kemudian hari. Berhubung sudah punya sedikit gambaran, jadi ya bisa sedikit membayangkan filmnya pasti akan se”kece” itu dalam menggambarkan “rich peoples” itu. Dan, ternyata ya beneran terpukau sih dengan kehidupan horang-horang kayah yang ada di dalam film.
Memang, ceritanya “Cinderela” versi kekinian dengan balutan Asia, kalau menurut saya sih J cerita seorang wanita yang bukan dari kelas atas, yang dicintai oleh pria tampan dari kalangan high class. Dengan bumbu-bumbu cerita lain dari yang bukan tokoh utama, yang cukup bikin jalan cerita film jadi kuat. Hmmm… hampir samaan juga kali ya sama film Pretty Woman, yang pria kaya jatuh cinta dengan wanita biasa, cuman ya dengan jalan cerita yang beda.  
Bagi wanita (mungkin ga semuanya sih), mimpi untuk bersanding dengan pria tampan yang punya kehidupan mapan memang jadi idaman banget. Dan, cerita klasik seperti itu memang jadi tontonan yang bikin mehek-mehek, apalagi dengan bumbu-bumbu yang bikin cerita semakin ciamik. Ga dipungkiri, saya juga senang menikmati cerita yang seperti itu hahaha…
Nonton film Crazy Rich Asians itu rasanya termehek-mehek, dengan segala yang disajikan di film tersebut. Kisah romantis, lagu menyentuh, pemain film yang ganteng dan cantik, dan hal-hal yang berbau “rich” tadi. Meskipun mikir juga, ini bakal kejadian ga ya di dunia nyata? Well, bisa saja, bisa banget sih, I think, money can buy anything babeh! J
Kehidupan glamour yang ditampilkan di film Crazy Rich Asians memang ada dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menilik hastek di Twitter #CrazyRichSurabayan atau #CrazyRichKalimantan, seakan bikin menohok. Ampun deh, ternyata orang-orang kaya dengan kehidupan jetset itu nyatanya ada. Luar biasa! Memang, pada akhirnya meme juga muncul seperti #CrazyPoorAsians atau #CrazyRichBekasi, yang bikin tertawa ngakak saat baca, lalu miris, lha ini hawa-hawanya kaya bercermin, hahahaha…
Menonton film itu memang mengasyikkan, apalagi film-film yang memang kita ingin tonton, dengan genre yang disukai. Terkadang memang ada rasa kecewa ya kalau udah dengan ekspetasi tinggi, yakin banget bahwa film yang akan kita tonton itu bagus, namun ternyata saat menonton tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Kalau untuk film Crazy Rich Asians sih… sesuai dengan ekspetasi sih J meskipun mikir, ini apa iya bakal kejadian di dunia guweh? Hahaha, ngarep (pakai banget)! :p
Baiklah… selamat menikmati film ya, karena nonton film favorit itu bikin bahagia kok J
Mari, lewati sore…
  

Senin, 30 Juli 2018

Rangkaian Kata

Sudah lama ga corat coret blog 😅 malem malem gini sambil ditemani segelas teh panas yang mulai mendingin mari mulai corat coret 🙆
Well, sekarang-sekarang ini sedang menulis lembaran cerita bersama waktu yang berjalan. Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, dimana saja, dan dari siapa saja 😆
Beberapa kali ga lolos dalam perlombaan penulisan fiksi, ga menyurutkan keinginan untuk terus menulis cerita. Memang, penolakan itu pedih, tapi kan harus tetep semangat untuk menulis cerita 😁
Kalau ide datang dan mengalir deras, rasanya tidak ingin dilewatkan begitu saja. Biarlah ide yang datang ini merangkaikan kata demi kata untuk menorehkan sebuah cerita.
Menulis itu bikin bahagia kok 😇
Baiklah, mari lewati sisa Senin ☕

Melewati Waktu

Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...