Alhamdulillah, masih bisa merasakan Ramadan, meskipun Ramadan kali ini bisa dibilang berbeda :)
Secara pribadi Ramadan 1441 H ini memang cukup berbeda bagi saya. Ramadan kali ini saya tidak lagi merayakannya bersama Ayah. Sebelum Ramadan tiba, Ayah saya berpulang dikarenakan penyakit jantung yang 2-3 tahun belakangan ini beliau rasakan. Meskipun sedih karena merasa ada yang "hilang", namun saya yakin Ayah sudah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Yang terpenting, Ayah sudah bertemu dengan Ibu di sana ❤
Akan merayakan Idul Fitri tanpa kehadiran Ibu dan Ayah memang bukan hal yang mudah, namun Ayah dan Ibu akan selalu ada di hati.
Ramadan kali ini juga menjadi Ramadan yang berbeda karena wabah virus corona yang sedang melanda dunia, termasuk negara tercinta Indonesia. Di tengah Ramadan yang tanpa hiruk-pikuk seperti Ramadan yang sudah-sudah, namun tetap indah kok.
Ramadan ini cukup menyenangkan karena karya saya lolos! Yes, cerita yang saya kirimkan untuk Balada Cerita Ramadhan di Radio Prambors menang, dan dijadikan sandiwara radio, Alhamdulillah! Mendengar cerita yang ditulis diputar di radio rasanya sungguh membuat bahagia! Thanks Prambors!
Hhmmm, sudah berapa lama ya tidak menjalani "kehidupan normal" karena pandemi ini? Hufff, sampai ga ingget lagi :O yang ingin dilakukan setelah semua ini berlalu, nonton bioskop! Rasanya udah pengen duduk santai di depan layar bioskop, menikmati film yang disuka, ah indahnya! Semoga corona ini cepat berlalu, dan keadaan kembali seperti dulu, Aamiin!
So, segala urusan tetap berjalan baik kan? Semoga! Keadaan memang "sedang berubah", namun ya tetap bersyukur dengan yang sudah terjadi. Alhamdulillah masih diberi sehat, diberi rezeki, ah, Alhamdulillah :)
Di tengah wabah corona ini saya tetap bersyukur masih bisa melanjutkan usaha warung makan Ayah. Meskipun saya belum terjun total ke dunia kuliner ini, hihihi. Memiliki asisten yang setia rasanya menjadi kunci penting dalam kelangsungan sebuah usaha.
Oke, lets talk!
Ayah saya memiliki asisten yang cukup setia, sudah 30 tahunan beliau menjadi asisten Ayah di Warung. Jadi, sekarang, "kelangsungan warung" memang ada pada beliau sih, hehehe :) secara selama ini saya ga belajar dengan serius tentang resep masakan Ayah. Jadi ya beliau, Pak asisten'lah yang menjadi "full koki" di Warung. Saya mah bantu menyajikan dan mencicipi saja, hahahaha! Ya, as long as we can, we will do the best. Lalu, warung akan tetap berjalan sampai kapan? Well, till the end. Setiap cerita pasti ada akhir. Ga ada yang abadi kan ya di dunia ini? Yo' rights! :)
Banyak hal-hal yang terjadi di hari-hari yang silih berganti ini membuat saya semakin banyak belajar tentang hidup dan kehidupan. Menghadapi hal-hal yang sulit untuk dihadapi tentu menguras energi dalam diri, namun saya bersyukur masih memiliki Allah ❤
Ya, baiklah, selamat ngabuburit! Semoga puasanya terus berjalan dengan lancar dan baik ya, Aamiin.
Tetap semangat!!! Sungguh, ini sulit sekali, dengan adanya pandemi dan keadaan yang berbeda ini bikin suasana ga cihuy, namun ya semua tetap harus dilewati bukan?
Okelah, berbuka dengan yang manis ya, uhuy!
Bismillah...
Jumat, 15 Mei 2020
Kamis, 05 Maret 2020
A Story About - Hadirmu
HADIRMU
Kebiasaan
akhir-akhir ini, begitu membuka mata, aku langsung mengecek ponsel untuk
melihat Instagram, Twitter, dan Facebook. Aku melakukan kebiasaan tersebut sejak
mengidolakan dia, seseorang yang membuatku terpesona.
“Woiii! Ngelamun aja nih anak.”
Tepukan keras di pundak kiri membuatku tersentak.
“Bisa ga sih ga bikin kaget.”
“Dari tadi bengong melulu. Tuh,
batagor sampai dilalerin.”
Aku melirik piring di depanku.
“Ih, dusta kamu.”
Rinta tertawa terbahak.
“Ngelamunin apa sih?”
“Ga ada.”
Tuhan! Jantungku berdegup sangat
kencang saat aku melihat sosok itu. Seseorang yang sedang memasuki kantin
sekolah membuatku berdebar. Ah, iya, aku harus tetap stay cool, jangan sampai Rinta melihat perubahan sikapku yang
mendadak gelisah.
“Eh, sumpah ya diantara mereka aku
paling males sama dia.” Rinta berbisik pelan.
“Kamu lagi ngomongin apa sih?”
“Apalagi kalau bukan band kebanggaan
sekolah kita.”
“Udara Pagi?”
“Yoa!
Sumpah, malesin banget drumernya.”
Aku menelan ludah.
“Memang kenapa?”
“Cowok belagu gitu!”
“Masa
sih?”
“Mas
Didot vokalisnya kan asli ramah banget. Mas Rio bassisnya baik bener. Mas
Candra keyboard sama Mas Dika yang main gitar, juga ramah. Kecuali yang itu
tuh!”
Mata
kami bertemu. Saat tanpa sengaja aku melihat ke arahnya, dan dia juga sedang
melihat ke arahku. Wajahku memanas.
“Memangnya Mas Oka kenapa?”
“Ga asyiklah!”
“Hanya perasaan kamu aja kali…”
“Udah ah ga usah dibahas. Males!”
“Yeee bukannya kamu yang bahas
duluan ya!”
“Iya juga sih.”
Kami lalu tertawa bersama.
Aku ingin membantah semua ucapan
Rinta tentang Oka. Menurutku Oka sangat keren. Permainan drumnya bagus, gayanya
seru, dan sikapnya yang cool membuat
aku berdebar setiap kali melihat aksinya di atas panggung sekolah. Menurutku
Oka itu tidak belagu, mungkin dia hanya lebih pendiam dibanding teman-temannya
yang lain di Udara Pagi. Ah, tapi sudahlah. Aku tidak ingin Rinta tahu kalau
aku mengidolakan Oka. Biarlah rasa ini aku simpan sendiri dulu.
*
“Apa benar ya yang dibilang Sari
tadi…”
“Tentang?”
“Kamu dan Mas Oka ngobrol berdua.”
Wajahku memanas.
“Ih, kok wajah kamu merah semua gitu
siiihhh…”
“Apaan sih!”
“Sari katanya ngeliat kamu sama Mas
Oka lagi ngobrol bareng di Perpustakaan Kota. Eh, Sarinya aku suruh tanya
sendiri sama kamu malah minta tolong ke aku buat nanya ke kamu.”
“Hmmm…”
“Ayo ngaku!”
“Hari Minggu kemarin tanpa sengaja
aku ketemu Mas Oka di Perpustakaan Kota, terus aku nyapa dia. Lalu kami
mengobrol.”
“Ngobrolin apa?”
“Ih, kepo!”
“Gitu ya sama sahabat sendiri ga mau
cerita…. Sejak pakai seragam putih biru kita udah temenan looh.”
“Ya ngobrolin tentang buku, namanya
juga ketemu di Perpus.”
“Ga nyangka kalau Mas Oka ke
Perpustakaan.”
“Begitulah adanya.”
“Terus… terus…”
“Udah, gitu aja.”
“Baiklah.”
Hah, baru juga mengobrol tidak
sampai 5 menit dengan Oka, sudah dikepoin
begini. Ah, iya, aku kan sedang mengobrol dengan selebritis sekolah! Hahaha!
Jadi inggat “perjuangan” aku untuk
bisa menyapa Oka siang itu. Saat tanpa sengaja aku berpapasan dengannya
diantara rak buku Perpus. Sekuat tenaga aku mengusir segala rasa grogi, salah
tingkah, dan memupuk sebanyak mungkin rasa percaya diri. Obrolan tentang Udara
Pagi, yang mana aku bilang kalau aku suka saat melihat mereka manggung, mendapat
respon yang baik dari Oka. Lalu obrolan tentang buku di menit-menit terakhir
pembicaraan kami bagiku sungguh menyenangkan. Aku senang akhirnya bisa
mengobrol dengan idolaku meski hanya sesaat.
*
“Hey, kamu!” Aku mengangkat kepalaku,
mengalihkan pandangan dari buku pelajaran ke arah orang yang berdiri di depan
mejaku.
Oka!
Aku
mulai mengatur nafas.
“Rajin banget ya ke Perpuskot.”
“Hehehe…. Ini lagi ngerjain PR Mas.”
“PR itu dikerjain di rumah, namanya
juga pekerjaan rumah.” Oka tersenyum jahil.
“Sekali-kali ngerjainnya di Perpuskot Mas. Secara tinggal nyebrang doang.”
“Rumah kamu deket sini?”
“Iya. Mas Oka sendiri ngapain
malem-malem gini ke Perpuskot?”
“Ih, mau tahu aja!”
Aku tertawa.
“Lagi nyari buku tentang film.”
“Film Mas?”
“Iya. Ceritanya kan Udara Pagi mau
bikin film dokumenter. Looh kok aku jadi bocorin ke kamu ya.”
Aku tertawa.
“Harusnya ini kan masih
dirahasiakan.”
“Tenang Mas, saya bisa jaga rahasia
kok.”
“Hahaha!”
“Wah,
bakal keren pasti filmnya.”
“Thanks,
kami memang keren.”
“Iya deh, percaya….”
“Hahaha! Jadi, aku lagi mau
baca-baca tentang film-film dokumenter. Anak-anak nunjuk aku untuk bikin
konsep filmnya, sebelum nantinya cari sutradara untuk film kami.”
“Oh….”
“Berhubung aku masih belajar banget tentang film dokumenter jadi ya butuh banget referensi buku-bukunya.”
“Berhubung aku masih belajar banget tentang film dokumenter jadi ya butuh banget referensi buku-bukunya.”
“Open
recruitment buat kru ga Mas?”
“Kru untuk?”
“Ya saat pembuatan film dokumenter
nanti. Kru di tim konsumsi juga boleh Mas.”
“Memangnya kamu mau daftar?”
“Kalau memang dibuka pendaftarannya.”
“Oke.
Kamu diterima.”
“Lho belum juga seleksi.”
“Udah, pakai seleksi alam.”
“Ini seriusan Mas?”
“Ya seriuslah Vella.” Demi apa Oka
masih inggat namaku!
“Wah, asyik.”
“Ntar kalau sudah mulai deket-deket
pembuatan filmnya, aku kabarin ya.”
“Makasih Mas.”
“Sama-sama. Eh… hmm… kalau misalnya
dimulai dalam waktu dekat ini gimana?”
“Apanya Mas?”
“Kamu bantuin Udara Pagi mau gak?
Kita kan udah mulai diundang ke acara-acara pensi sekolah lain nih, kita juga
udah mau rekaman di studio untuk bikin single buat dikirimin ke ajang musik di
radio. Nah, kita butuh tambahan personil buat jadi kru. Tenang, bukan kru
angkat-angkat alat band kok.”
“Wah, seru Mas.”
“Nanti kamu bisa bantu di bagian
catat-catat jadwal. Eh, ini juga kalau kamu ga keberatan. Ya tapi kami belum
bisa kasih kamu gaji, tapi bisalah feenya
buat jajan, nonton di bioskop.”
“Yang terpenting bisa dapat
pengalaman Mas.”
“Jadi kamu mau terima gak?”
“Ini seriusan Mas?”
“Memang aku tampak bercanda?”
“Hehehe, engga sih. Baik Mas, aku
terima tawaran Mas Oka.”
“Wah, makasih!”
“Sama-sama.”
“Kalau
gitu besok sore kita kumpul di kedai depan sekolah ya buat ngobrolin ini bareng
teman-teman yang lain.”
“Siap Mas.”
“Ya sudah, kamu terusin kerjain PR,
aku lihat-lihat buku dulu.”
“Iya Mas.”
Demi apa, aku akan menjadi bagian dari
team Udara Pagi! Ah, ini menyenangkan sekali! Setidaknya aku akan lebih sering bertemu
dengan Oka.
Let’s rock the world with Oka! ***
Jumat, 24 Januari 2020
Obrolan Film
Eh, udah weekend aja nih :)
Ngobrolin film ah...
Januari ini bioskop digempur sama film-film kece, baik film dari dalam dan luar negri. So, gimana-gimana, sudah punya rencana untuk ke bioskop? Let's go! :D
Januari ini bioskop digempur sama film-film kece, baik film dari dalam dan luar negri. So, gimana-gimana, sudah punya rencana untuk ke bioskop? Let's go! :D
Diantara film-film yang sedang tayang nih, saya sudah menonton beberapa, yaitu... Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), Bad Boys For Life, dan Akhir Kisah Cinta Si Doel.
Okelah, diobrolin satu-satu kali yaaa...
> Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI),
Keinginan kuat untuk menonton film ini karena ada Rio Dewanto hahaha! Dan, as always, akting Rio ini memang kece sih :) berperan sebagai anak sulung as Mas Angkasa, Rio so niceee...
NKCTHI bercerita tentang sebuah keluarga dengan persoalannya. Kisah tentang Bapak yang terlihat "kejam", Ibu dengan "kediamannya", lalu anak sulung Mas Angkasa, anak tengah Aurora, dan si bungsu Awan. Konflik yang terjadi dalam sebuah keluarga memang menarik untuk dijadikan cerita, apalagi ada "rahasia" yang terungkap pada akhirnya.
Film yang udah tembuh 2 juta + penonton ini memang seru untuk dinikmati. Nangis juga nonton film ini huhu...
> Bad Boys For Life
Seneng kalau film Bad Boys ditayangin di tv. Jujur saja, Bad Boys versi jadul, ga pernah nonton di bioskop! Dibela-belain tidur malem kalau ada film Bad Boys di tv, haha.
Nah, pas nonton trailer Bad Boys For Life di bioskop, langsung dalam hati, "guweh harus nonton!"
Nah, pas nonton trailer Bad Boys For Life di bioskop, langsung dalam hati, "guweh harus nonton!"
Ya sudah, jadilah saya menonton Bad Boys For Life yang dibintangi Will Smith dan Martin Lawrence itu. Duo seru, kocak, dan asyik ini memang ga ada matinya. Meskipun sekarang mereka sudah "berumur", tapi aktingnya tetep jago. Untuk urusan action film ini dapet, urusan kocaknya juga dapet, ah, pokoknya asyik cihuy seru bin hura-hura'lah menonton film ini.
> Akhir Kisah Cinta Si Doel (AKCSD)
Nah, kalau film ini memang ditunggu sih, penasaran banget siapa yang akhirnya dipilih Bang Doel :)
Cukup emosional sih nonton AKCSD, secara ini kan ending dari penantian 27 tahun kisah Doel-Sarah-Zaenab. Sedih juga endingnya ga sesuai dengan harapankuh hahahaha! :O but it's oke-lah, setidaknya Doel bersama dengan seseorang *eeeaaa*
Yang seru sih Bang Mandra ya, akhirnya doi (hampir) happy ending karena ketemu lagi sama Munaroh, sang pujaan hati, uhuuyyyy ;)
Yang mengikuti film Doel di seri satu, dua, tentunya harus ditutup dengan yang ketiga ini. Hufffffff, akhirnya!
Bwaiklaahh, selamat berakhir pekan...
Happy Fridayzz!
> Akhir Kisah Cinta Si Doel (AKCSD)
Nah, kalau film ini memang ditunggu sih, penasaran banget siapa yang akhirnya dipilih Bang Doel :)
Cukup emosional sih nonton AKCSD, secara ini kan ending dari penantian 27 tahun kisah Doel-Sarah-Zaenab. Sedih juga endingnya ga sesuai dengan harapankuh hahahaha! :O but it's oke-lah, setidaknya Doel bersama dengan seseorang *eeeaaa*
Yang seru sih Bang Mandra ya, akhirnya doi (hampir) happy ending karena ketemu lagi sama Munaroh, sang pujaan hati, uhuuyyyy ;)
Yang mengikuti film Doel di seri satu, dua, tentunya harus ditutup dengan yang ketiga ini. Hufffffff, akhirnya!
Bwaiklaahh, selamat berakhir pekan...
Happy Fridayzz!
Jumat, 10 Januari 2020
Abracadabra
Welcome 2020!
Mau ngobrolin film ah di awal tahun :)
Well, banyak film film seru yang sedang beredar di bioskop, dan film yang sudah saya tonton adalah Abracadabra. Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian ini cukup menyenangkan. Abracadabra adalah film fantasi yang mengisahkan tentang dunia sulap yang bisa ditonton untuk semua umur. Jadi, si Reza Rahadian ini berperan sebagai Lukman, seorang pesulap dengan kotak sulapnya. Dari kotak sulap kayu inilah cerita dimulai. Petualangan yang dilalui Lukman menjadi tontonan yang seru.
Well, akting seorang Reza Rahadian memang tidak diragukan lagi. Dan di film Abracadabra ini Reza memerankan tokoh Lukman dengan baik. Rasanya Reza ini memang bisa memerankan peran apa saja, hehe...
Selain Reza Rahadian, banyak pemain film lainnya yang membuat film Abracadabra ini terasa lebih "hidup". Mulai dari Butet Kertarajasa, Lukman Sardi, Dewi Irawan, Jajang C Noer, Asmara Abigail, Imam Darto, hingga favorit saya, Yati Pesek. Banyak bertaburan bintang di film ini.
Menonton film Abracadabra membuat kita dibawa ke tempat yang antah berantah, dengan nuansa alam yang indah. Gambar yang dihasilkan di film ini juga terasa berbeda, menyenangkan sekali untuk mata.
Kalau suka dengan film absurd, yang kadang mikir, ini ceritanya bagaimana sih sebenarnya, lalu baru nemu jawaban setelah menelaah, ya film Abracadabra ini bisa banget jadi rekomendasi untuk ditonton di bioskop.
Hmmm kalau saja dengan hanya bilang "Abracadabra" bim salabim, terus tahun 2020 ini jadi seperti apa yang kita inginkan, wah pasti menyenangkan sekali ya, haha! Usaha woiii usaha!!! Hihihi... Iringin juga dengan doa pastinya :)
Well, semoga apa yang menjadi keinginan di tahun ini bisa terwujudkan ya, aamiin. Selamat menikmati hari-hari yang berjalan ke depan nanti. Semangat!!!
Bismillah. ❤
Well, akting seorang Reza Rahadian memang tidak diragukan lagi. Dan di film Abracadabra ini Reza memerankan tokoh Lukman dengan baik. Rasanya Reza ini memang bisa memerankan peran apa saja, hehe...
Selain Reza Rahadian, banyak pemain film lainnya yang membuat film Abracadabra ini terasa lebih "hidup". Mulai dari Butet Kertarajasa, Lukman Sardi, Dewi Irawan, Jajang C Noer, Asmara Abigail, Imam Darto, hingga favorit saya, Yati Pesek. Banyak bertaburan bintang di film ini.
Menonton film Abracadabra membuat kita dibawa ke tempat yang antah berantah, dengan nuansa alam yang indah. Gambar yang dihasilkan di film ini juga terasa berbeda, menyenangkan sekali untuk mata.
Kalau suka dengan film absurd, yang kadang mikir, ini ceritanya bagaimana sih sebenarnya, lalu baru nemu jawaban setelah menelaah, ya film Abracadabra ini bisa banget jadi rekomendasi untuk ditonton di bioskop.
Hmmm kalau saja dengan hanya bilang "Abracadabra" bim salabim, terus tahun 2020 ini jadi seperti apa yang kita inginkan, wah pasti menyenangkan sekali ya, haha! Usaha woiii usaha!!! Hihihi... Iringin juga dengan doa pastinya :)
Well, semoga apa yang menjadi keinginan di tahun ini bisa terwujudkan ya, aamiin. Selamat menikmati hari-hari yang berjalan ke depan nanti. Semangat!!!
Bismillah. ❤
Rabu, 04 Desember 2019
#AStoryAbout - Jatuh Cinta Lagi
JATUH CINTA LAGI
“Wah,
wah, ini anak malah bengong.”
“Aku
tuh lagi memikirkan omongan kamu.”
“Omongan
aku yang mana?”
“Yang
barusan ini, soal jatuh cinta…”
“Nah,
akhirnya bisa mikir juga nih anak.”
“Hey, memangnya selama ini aku ga mikir
apa?”
“Ampun
Sania! Setiap hari melamun, mata bengkak, diajakin ngobrol ga nyambung...”
“Ya
kan lagi putus cinta…”
“Oke, fine!”
“Kan butuh
waktu buat sedih…”
“Jadi, kamu
siap jatuh cinta lagi?”
“Maybe…”
“Helooo,
wake up Sania! Bayu itu...”
“Mungkin
aku akan jatuh cinta lagi, dengan Bayu.”
“Helooo!!!!”
Aku
tertawa ngakak, dan Mawar langsung cemberut.
*
Bukan
perkara mudah untuk bisa jatuh cinta lagi saat ini. Kata orang cinta pertama
itu susah dilupakan, dan menurutku itu benar adanya. Menjalin cinta selama
hampir 2 tahun bersama Bayu, dengan segala suka dan duka yang sudah dilewati,
walau pada akhirnya harus putus setelah kami break satu bulan, sangatlah membekas di hati dan ingatan.
Di awal aku
dan Bayu berpisah 2 bulan lalu, betapa repotnya harus mengompres mata yang
bengkak dengan es batu saat akan berangkat ke sekolah, setelah semalaman
menangis. Dan, sialnya, sahabatku Mawar selalu bisa "melihat" kesedihanku itu. Namun
masa-masa sedih itu sedikit mulai memudar sekarang. Aku sudah jarang menangis,
hanya terkadang rasa sedih datang saat berada di dalam angkot. Teringat dulu
Bayu selalu mengantar dan menjemput sekolah dengan motor kesayangannya.
*
Aku
dan Aryo menuruni anak tangga Perpustakaan Kota setelah kami selesai membaca
buku dan menyelesaikan tugas ekstrakulikuler Fotografi. Sebenarnya tadi ada
empat orang teman kami yang tergabung dalam kelompok fotografi dari beberapa
kelas, tapi mereka sudah pulang duluan setelah tugas selesai dikerjakan.
“Kita
duduk-duduk dulu di situ yuk…” Aryo menunjuk bangku kayu di taman
Perpustakaan.
“Boleh…”
Kami
duduk bersebelahan.
“Setelah
lulus nanti kamu akan kuliah dimana Sania?”
“Rencananya
sih di Jakarta.”
“Wow,
Jakarta! Nice…”
“Iya,
aku memang punya cita-cita kuliah di salah satu Perguruan Tinggi di sana. Dan
kebetulan banget ada Tante yang tinggal di Jakarta, jadi aku bisa menetap di rumah
beliau kalau nanti diterima di Universitas tersebut.”
“Oh.”
“Kalau
kamu mau kuliah dimana?”
“Aku
akan kuliah di Yogya saja.”
“Yogya,
kota kita tercinta.”
“Betul!”
Bayangan
Bayu yang tiba-tiba melintas segera kutepis. Tidak, aku tidak sedang rindu
Bayu!
“Hmmm…
Kamu pernah menjalani hubungan LDR Sania?”
“Long distance relationship? Belum.”
“Kira-kira
kamu sanggup tidak kalau menjalani LDR?”
“Entahlah.”
“Sejak
kita ikut kelas fotografi, kita jadi lebih dekat ya Sania…”
“Iya
sih, padahal kelas kita sebelahan tapi dulu-dulu ga ketemu aja looh.”
Aryo
tertawa.
“Sania,
kalau nanti kamu kuliah di Jakarta, dan aku di Yogya, apa kita bisa…”
“Bisa
apa Aryo?”
“Aku
jatuh cinta dengan kamu Sania…”
Jantungku
berdebar. Bayangan Bayu kembali melintas. ***
Rabu, 27 November 2019
Siang ke Sore
Corat-coret blog dululah di tengah terik yang membahana ini... Hujan memang sempat turun, tapi rupanya Matahari sedang enggan pergi :) Semoga di cuaca yang panas ini, hati tetep adem, yes!
Ngobrolin apa ya...
Film? Baik!
Setelah memedam rasa penasaran pada Film Perempuan Tanah Jahanam (PTJ), nonton juga dunk akhirnya! :D kalau diinggat-inggat, semoga ga salah inggat ya, PTJ ini adalah film horor pertama yang saya tonton di bioskop. Selama ini kalau nonton film horor ya yang udah tayang di TV komersil gitu... Jadi kan tingkat keseraman levelnya berkuranglah ya dengan diselingi iklan, plus kalau ketakutan bisa kabur dari depan tivi, haha!
Sempet mikir, kalau nonton film horor di bioskop tuh kan rugi bener ya kalau udah bayar tiket, nonton film ga cihuy, secara ketakutan. Tapi akhirnya ya berani juga nonton film Perempuan Tanah Jahanam, meskipun di beberapa adegan merem sih, hahaha! ;p
Karena terbiasa nonton bioskop sendiri, dengan tekad bulat membara akhirnya ya nonton film PTJ sendiri juga, tapi ya pas jam tayang yang siang dong ah! :D Friends yang memang pengen nonton, sudah pada nonton duluan, akhirnya ya nonton sendiri, dan ternyata SERUU! Hahaha! Semacam sedang berpetualang gitu nonton film horor sendiri di bioskop, hihi!
Gimana-gimana kalau melewatkan karya yang memang digemari itu rasanya kok sayang sekali. Ya kalau bukan karena seorang Joko Anwar sih enggalah nonton film horor di bioskop mah, hahaha! :O
Rasa penasaran pada akhirnya memang terbayarkan setelah nonton film PTJ. Dari segi cerita, sinematografi, ya as alwayslah ya kalau filmnya Bang Joko itu menurut saya bagus :)
Sebagai penonton film memang rasanya seru kalau menonton genre film yang beragam. Kalau misalnya ga suka film horor, ya sesekali nonton film horor oke juga. Memang paling favorit itu jenis film drama sih kalau saya, tapi ya tetep asyik juga nonton film action, tetep seru juga nonton komedi. Marilah banyak-banyak menonton film :)
Next film yang pengen ditonton Day Sleepers.
Ngobrolin apa lagi yaaa...
Mie ayam? Nice ya :) mie ayam gerobak biru memang ga ada matinyah!
Kopi? Ga terlalu suka kopi, tapi kalau k(u)o pi(nang) aku dengan Bismillah, ya nice juga sih... tssssaaaahhhh!!! :p
Teh? Minuman favorit! Ngeteh itu kapan saja waktunya terasa menggembirakan. Mau minum teh pas pagi, siang, sore, malam, tetep asyik sih menurut saya. #TimTeh
Colkat? Paling paporit kalau ini sih... minuman coklat, coklat batangan, makanan yang berbau coklat, sangat menyenangkan, meskipun ya sekarang sedang mengurangi. Bukan kenapa-kenapa, gigi suka ngilu kalau kebanyakan coklat, huhuhu, sad! :(
Lalu... ngomongin kamyuh? Ah, sudahlah!
Baiklaahhh... selamat menjalankan aktivitas di hari ini.
Have a nice day :)
Jumat, 20 September 2019
On Friday
Hai September, cepat sekali kamu berlalu! Rasanya tidak ingin melepas September pergi dengan secepat ini :)
Alhamdulillah, ditambahkan umur sama Allah di bulan September ini, yang mana artinya adalah... I'am still YOUNG! Hahaha! Semangat harus tetep muda dunk :D
Well, mau corat-coret santuy ajalah kalau istilah sekarang mah...
Ngobrolin film aja dulu ya, hehehe...
Jadi, kemarin nih nonton film Pretty Boys yang dibintangi oleh Vincent dan Desta. Asli, ini film lucuuuuu bangetttt!!! Dari awal film dimulai udah ngakak to the max! Joke-jokenya VinDest itu kan ya emang ngeselin gimana gitu ya, haha!
Selain duo kocak, yang main di film ini ada Roy Marten yang ga akan diragukan lagi dunk kemampuan beliau dalam berakting. Terus ada Imam Darto, Danilla, Onadio, Ferry Maryadi dan masih banyak lagi. Sumpah, ini film seruuu banget! Ah, iya, ada Glenn Fredly yang kece dah! :D
So, kalau butuh hiburan, pengen ketawa ketiwi hula-hula, nonton film Pretty Boys bisa jadi rekomendasi buat ngisi acara weekend ini.
Well, gara-gara nonton Pretty Boys, jadi teringatkan kembali pada lagu lama "Bukan Pacarmu" yang dinyanyiin Bibus, terus dinyanyiin ulang sama Tompi, yang juga jadi sutradara pada film tersebut. Asli, ini lagu ga santuy banget! *garuk tembok*
Sebagai debut pertama, rasanya Tompi berhasil menyutradarai film ini dengan baik. Diborong deh tuh semua profesi dari dokter bedah, penyanyi, fotografer, dan sekarang, sutradara! Keren Kakak Tompi ini :D
Next, ngobrolin apa yaaaa...
Cinta?
Eh, ya ampun...
*garuk tembok*
Hahaha!
Topik yang ga pernah ada habisnya buat dibahas itu memang tentang cinta ya :)
So, ada yang sedang jatuh cinta? Semoga saja yang sedang jatuh cinta diberikan jalan yang indah, biar bisa bersama dengan orang yang dicintanya, aamiin.
Ah, bakal panjang bener ini kalau ngomongin soal cinta, hahaha! Pending dulu ajalah ngomongin dunia cinta-cinta ini :D
Next, let's talk about... hmmm... ah, kenapa jadi buntu gini! Ga cuman jalan ya yang buntu, asal bukan jalan ke HATI KAMU yang buntu *eeeaaaaaa :p
Lanjut kapan-kapan lagi ya corat coret blog-nya. Mungkin butuh asupan camilan ini jatohnya, hahaha!
Selamat hari Jumat,
Happy weekend bagi yang merayakan!
Langganan:
Postingan (Atom)
Melewati Waktu
Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...
-
Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...
-
Halo 2026! Alhamdulillah sudah memasuki tahun yang baru. Mudah-mudahan hal-hal baik datang di tahun ini, aamiin. Dan, tentu saja, bisa menon...
-
Ngomongin film ah, di malam minggu yang mendayu ini, wohooo! Well, mulai dari Parasite... Gaung film Parasite memang sudah menggema sej...