UNGKAPAN RASA
Aku menatap langit sore dengan perasaan yang tidak karuan. Bagaimana harus memulainya? Semakin aku memikirkannya, semakin aku merasa resah.
“Hai.” Aku memalingkan wajah ke arah suara yang menyapaku saat sedang duduk di bangku taman.
“Halo.”
“Sudah lama menunggu ya?”
“Belum kok.”
“Maaf ya sudah menunggu.” Sosok itu lalu duduk di sampingku.
“Ah, tidak apa-apa.”
“Katanya ada yang ingin kamu bicarakan.”
“Iya.”
“Ada apa Jingga?”
“Hmmm... ada yang sudah lama ingin aku katakan kepada kamu Vino.” Jantungku berdebar hebat.
“Apa?”
Aku mengambil nafas yang dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
“Aku suka kamu Vino.” Aku tidak berani menatap wajah yang sedang duduk di sampingku. Pandanganku lurus ke depan, menatap daun yang bergoyang diterpa angin. “Aku suka kamu bukan sebagai teman, namun lebih dari itu. Aku rasa, aku sedang jatuh cinta dengan kamu.” Segala beban berat seketika sirna. Aku merasa lega sudah tidak lagi menyimpan rahasia yang hampir membuatku gila ini.
“Jingga...”
“Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini tumbuh Vino. Mungkin sejak pertama kali berkenalan dengan kamu 2 tahun yang lalu. Mungkin sejak kita sering bertemu. Mungkin sejak kita sering mengobrol.”
“Jingga...”
“Perasaanku ini mungkin salah, maksudku, rasa suka yang aku miliki untuk kamu tidak seharusnya ada. Mungkin tidak seharusnya aku jatuh cinta kepada kamu.”
“Jingga, bisa aku bicara tanpa kamu potong dulu.”
Akhirnya aku berani menatap laki-laki yang ada di sampingku.
“Iya Vino.”
“Perasaan yang kamu rasakan tidak salah. Aku menghargai itu.”
Tiba-tiba gerimis turun.
Aku mengambil payung dari dalam tasku. Lalu memayungi diriku dan Vino.
“Terimakasih.”
Aku mengangguk sambil memberikan senyum terbaikku untuk Vino.
“Vino, terimakasih sudah mau datang sore ini.”
“Iya Jingga.”
“Kalau begitu aku pulang dulu Vino.” Aku lalu berdiri dan masih memayungi Vino yang belum beranjak dari bangku taman. “Aku akan mengatarkan kamu sampai ke parkiran depan.”
“Terimakasih Jingga.”
Kami lalu berjalan keluar taman.
Keheningan panjang tercipta di antara aku dan Vino. ***