Sabtu, 01 Juni 2024

Jelajah Jajanan Pinggir Jalan

Sabtu malam ngomongin makanan seru nih! Baiklah, mau bahas jajanan pinggir jalan yang yummy (menurut saya looh).

Mulai...

✔ Cilok Jadul 

📍 Depan Pasar Ngasem

Kalau ada yang mengalami masa SD tahun 90'sekian-an (duilah jadi ketahuan umur dah! Haha) pasti ga asing dengan cilok dengan saus sambal kacang. Ingget banget, dulu ada Bapak penjual cilok model beginian yang mangkal di depan sekolah. Ciloknya kecil-kecil, ditusuk gitu, lalu disiram pakai sambal kacang. Dulu sih namanya bukan cilok ya, apa sih, lupa... bakso kanji kalau ga salah nyebutnya. 

Saat menemukan cilok jadul yang mangkal di depan pasar Ngasem, aduh senang sekali! Berasa nostalgia ke masa-masa SD, ahay! 

Jadi, jualannya itu pakai motor yang ada payungnya gitu. Bisa beli Rp 3000 atau RP 5000. Saya biasanya beli sore hari.

Serbu!

 

✔ Alfin Roti Bakar

📍 Patehan (Sebelah Barat SD Negri Keputran 2)

Roti bakar yang rasanya enak dan terjangkau harganya. Jadi model roti bakar satuan yang dipanggang dengan rasa yang bisa dipilih. Ada banyak rasa, biasanya saya pesan yang isi meses, atau yang isi sosis mayo. Enak! Kalau jajan disini harus sabar menunggu, biasanya antri. 

Harga antara Rp 2000-Rp 9000

 

✔ Batagor dan Es Jaipong

📍 Jl. I Made Nyoman Oka, Kotabaru

Jadi nih batagor dan es jaipong jualan berhadap-hadapan. Kita bisa duduk-duduk dibawah pohon rindang di seputar kedua jajanan tersebut. Menyenangkan sekali menikmati sepiring batagor dan semangkuk es jaipong di siang bolong dengan angin sepoi-sepoi, cihuy! 

Batagornya ini enak, asli. Es jaipongnya juga segar.

Batagor bisa beli Rp 5000 atau Rp 10.000

Es Jaipong Rp 5000

 

Nah, sekian dulu ya bahasan seputar jajanan pinggir jalan. Nanti kalau nemu yang lucu-lucu lagi!

 

Selamat berakhir pekan.

 

Sabtu, 02 Maret 2024

Penonton Film #5

Wah, sudah 2024! Dan beberapa hari ke depan sudah memasuki bulan suci Ramadan, MasyaAllah. Semoga lancar-lancar puasa Ramadannya, Aamiin.

Lama ga corat-coret blog, mau ngobrolin film saja, yuhuuu...

Beberapa film yang sudah ditonton di bioskop, yuklah diobrolin!

 

🎬  Budi Pekerti

Film yang menyenangkan untuk diikuti jalan ceritanya dari awal hingga akhir. Kisah tentang Ibu guru dengan warna-warni masalah yang menimpanya. Karena sebuah kesalahpahaman yang beredar di sosial media, si Ibu guru ini mengalami hal tak terduga. Cerita seputar keluarga bu guru, tentang suaminya, kedua anaknya, dengan problematika yang terjadi pada masing-masing, dan juga cerita tentang murid-murid bu guru yang unik cukup menarik.

 

🎬  Srimulat Hidup Memang Komedi

Nah, ini film yang seru! Kalau nonton film Srimulat sebelumnya (Hil Yang Mustahal), ini kisah lanjutannya. Kalau dulu sering menonton Srimulat di televisi, ya pasti ga asing dengan tokoh-tokoh yang bermunculan di film ini. Jadi, ini tentang seluk beluk terbentuknya Srimulat, dan kisah-kisah seputar perjalanan grup lawak Srimulat, yang dibumbui dengan kisah asmara. Menghibur hati menonton Srimulat. 

 

🎬  Jatuh Cinta Seperti di Film-Film

Film yang menyentuh hati, jiwa, dan raga. Kisah tentang seorang penulis yang membuat skenario film untuk orang yang disukainya, sungguh manis (ya, kira-kira beginilah cita-cita dari si penulis blog ini, UHUK!). Memang tidak mudah ya perjalanan sebuah kisah asmara. Awalnya semua baik-baik saja, namun ternyata menuliskan kisah untuk orang yang disukai tidak selalu berjalan mulus. Film ini sekitar 80-90%-nya bernuansa hitam-putih.

 

🎬 Bu Tejo Sowan Jakarta

Film yang menghibur. Bu Tejo dengan karakter khas-nya menjadi magnet tersendiri untuk film ini. Cerita tentang keluarga Bu Tejo yang riwueh banget mempersiapkan pernikahan anak-nya, ditambah dengan para bestie-nya Bu Tejo yang heboh, kocak abislah! Seru menonton film ini.

 

🎬  Eksil

Film dokumenter panjang tentang sebuah sejarah dari "sisi" yang berbeda.     

 

 

Kamis, 28 September 2023

TEMPAT BERLABUH - Cerita Pendek

 

 

TEMPAT BERLABUH

 

Baru saja aku duduk dan menghela nafas panjang, Helen sudah ada di hadapanku.

“Kenapa?”

“Gak apa apa.”

Bete gitu.”

“Biasalah.”

“Diledekin kapan nikah lagi sama anak lantai bawah?”

“Nah sudah tahu pakai nanya!”

“Ga usah sewot dong.”

“Tadinya aku sih santai saja, tapi lama lama jengah juga. Lagian ngapain sih mereka tuh ngurusin hidup orang banget. Aku mau nikah kek, ga nikah kek, jadi perawan tua kek, apalah, inilah, ya itu urusanku.”

“Ya memang inginnya begitu, tapi ya ga bisa gitu juga nyatanya.”

“Heran banget! Sepenting itukah pertanyaan soal kapan nikah?”

“Ya nyatanya buat mereka penting.”

“Buat apa sih?”

“Tanya saja sama mereka.”

“Dih, ogah! Lucky you Helen, kamu tidak harus mendapakan pertanyaan seputar pernikahan.”

“Hahaha.”

“Udah ah mau balik kerja.”

“Semangat!”

Thanks Helen.”

Hei! Aku bukannya tidak ingin menikah, hanya saja belum bertemu dengan seseorang yang tepat saja. Pengalaman asmaraku memang tergolong sepi sih, lebih banyak jomblonya dibanding berduaannya. Ya, kali, mantan pacar cuman satu, itupun pacaran kurang dari setahun. Untuk perempuan kepala tiga pertengahan begini katanya sih cupu bener!

Padahal Papa, Mama, dan juga Mas Dewo, kakak laki-lakiku yang sudah berkeluarga, tidak pernah menuntutku untuk segera menikah. Lha, ini, kenapa teman teman kantor resenya minta ampun. Ya, memang, sebagian besar teman kerjaku di perusahaan Asuransi, tempat aku menghabiskan masa bekerja 2 tahun belakangan ini, sudah berkeluarga. Mungkin mereka risih melihat perempuan yang belum menikah di usia yang seharusnya sudah berkeluarga. Tau ah!

*

“Santi Nurmila, kenapa wajahmu murung begitu wahai kisanak? Es coklat dan burger ayam favorit sampai dianggurin gitu.”

“Berisik!”

“Cerita dong sama sahabat tersayangmu ini.”

Bete banget aku sama teman teman kantor tuh. Tanya melulu mana calonnya, kapan nikahnya, bla bla bla. Difikir aku ga galau setengah mati apa mikirin pasangan hidup.”

“Astaga, masih saja persoalan yang sama.”

“Ya memang begitu adanya. Lama lama aku resign juga dari kantor.”

“Eh jangan dong.”

“Kalau mobil dijual plus tabungan yang terkumpul, bisa nih kayanya buka toko aksesoris cantik idaman.”

“Yakin?”

“Yakinlah! Daripada aku stress setiap hari ketemu sama pertanyaan yang itu itu lagi, itu itu lagi.”

“Apa kita pacaran saja?”

“Fano Septanto, apa yang kamu katakan?”

“Lha, kita kan sama sama single, kamu ga punya pacar, aku juga ga punya pacar.”

“Hei, apa katamu, baru juga putus.”

“Putus resmi 2 bulan lalu, putus ga resmi ya sudah setahunanlah.”

“Bisa saja! Dasar bucin, digantung status masih aja cinta mati.”

“Itu dulu, sekarang sudah tidak lagi.”

“Yakin?”

“Yakin!”

“Apa karena dia sudah ada yang punya sekarang.”

“Ah, engga juga. Pada akhirnya aku hanya menyadari kebodohanku selama ini, terlalu memiliki perasaan yang dalam kepadanya.”

“Wuidih! Puitis sekali. Cocoklah buat lirik lagu.”

“Sial! Jadi gimana?”

“Gimana apanya?”

“Kita ini berteman kan sudah sejak kuliah, adalah 15 tahunan kita bersama.”

“Ya, terus?”

“Kurang mengenal apa lagi coba kita ini?”

“Iya juga sih. Tapi apa iya... maksudku... ah, ada ada saja kamu nih.”

“Banyak yang menyangka kita pacaran kan? Ya sudah, kita bikin prasangka mereka jadi nyata.”

“Hahaha!”

“Malah ketawa nih anak. Aku serius ini.”

“Lucu juga ya kalau kita beneran jadian.”

“Gimana, mau mulai hari ini kita pacaran?”

Senyumku mengembang. ***

 

 

 

Jumat, 08 September 2023

Penonton Film #4

Ngobrolin film yuklah! 

Ada film yang menjadi incaran untuk ditonton. Berhubung di bioskop tempat biasa nonton tidak menayangkan filmnya, ya tidak jadi menonton. Di bioskop lain sebenarnya menayangkan filmnya sih, namun ya yang paling nyaman menonton di bioskop favorit. Sayang memang harus melewatkan film yang ingin ditonton, tapi ya lokasi bioskop yang strategis menjadi faktor utama. 

Oke, ngebahas film yang sudah ditonton ajalah!

 

🎬 Ketika Berhenti di Sini

Film ini manis banget. Bercerita tentang Dita yang harus kehilangan Ed, kekasihnya, karena kecelakaan. Lalu Dita menemukan "alat canggih" yang membuat dia bisa berkomunikasi kembali dengan Ed, meskipun ya sebenarnya bukan dengan kekasih asli, melainkan karena kecanggihan teknologi semata. 

Sementara ada Ifan, sahabat Dita yang sudah jatuh cinta sejak lama kepadanya. Setelah kepergian Ed, Dita menerima Ifan sebagai kekasihnya. Namun sejak kehadiran Ed dengan kecanggihan teknologi kacamata tersebut, Dita kembali galau. Kenangan dengan Ed yang sudah bertahun tahun terjalin, membuat Dita merasakan cintanya kembali kepada Ed. Pada akhirnya, dunia nyata tetap menjadi pemenangnya. Happy ending story.


🎬 Onde Mande

Film dengan latar belakang budaya Minang ini seru untuk dinikmati. Komedinya ada, "petualangan"nya ada, romantis romantis tipisnya juga dapet. Berkisah tentang seorang tetua yang menang undian sabun 2 milyar. Belum sampai hadiah tersebut diambil, beliau meninggal. Berhubung beliau tidak memiliki keluarga (istri meninggalkannya sambil membawa anaknya), akhirnya masyarakat sekitar berusaha untuk tetap mendapatkan uang dari hasil menang undian tersebut. 

Mengapa mereka begitu ngotot untuk mengambil uang tersebut dengan berbagai cara? Karena tetua akan mendedikasikan uangnya untuk kemajuan desa mereka. Meskipun "berliku" jalan yang ditempuh, namun akhirnya  menemukan "jalan yang benar" juga untuk hadiah itu. Menyenangkan menonton film ini. 

 

Selanjutnya nonton film apa lagi ya? Let's see! Semoga saja selalu ada rezeki untuk bisa menonton film yang ingin ditonton di bioskop favorit. Aamiin.

   

Selasa, 07 Maret 2023

Penonton Film #3

Mau ngobrolin film ah...
Sejauh ini, di 2023, ada tiga film dalam negeri yang sudah ditonton di bioskop.
Bahas satu satu yukslah! 

Virgo And The Sparklings 

Film super hero remaja yang penuh warna. Menonton film ini menginggatkan pada masa masa SMA. Tentang persahabatan, naksir cowok, hubungan keluarga, dan hal hal imut lainnya. Seperti film super hero pada umumnya yang memberantas kejahatan, film Virgo dikemas dengan menyenangkan. 
Riani si baik dengan gank Virgonya, dan Carmine si jahat dengan gank Scorpion Sistersnya cukup bikin gemas. Serta Leo, cowok idola yang sweet, membuat film Virgo And The Sparklings asyik buat ditonton.
Lagu lagu yang ada di film ini juga enak untuk didengarkan. Sebagai anak 90'an nih, lagu Salah bikin nostalgia. Yang bikin nostalgia lagi, ada Gilbert Coboy yang juga bermain di film ini! Asli, berasa balik ke zaman abg banget rasanya. Haha! 
Yah, seru habis deh filmnya! 


Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Film ini lanjutan dari film sebelumnya yaitu Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Di film ini cerita lebih fokus ke Aurora. Hubungan Aurora dengan Jem, pacarnya yang toxic, menjadi cerita yang kuat dalam film ini. Namun cerita tentang persahabatan Aurora dengan dua teman karibnya, serta pertemuan Aurora dengan saudara kandungnya, juga menjadi cerita yang menarik di film ini. Gemerlap kehidupan kota London yang menjadi latar belakang di film ini juga cukup seru. 


Autobiography

Film yang bikin deg deg'an! Asli, dibuat penasaran dengan adegan demi adegan yang bergulir di film ini. Cerita tentang pesiunan jendral yang kembali pulang ke rumah yang sudah lama ditinggalkan. Ada anak muda yang mengurus rumah tersebut. Hubungan pemilik dan pengurus rumah yang awalnya baik, berubah menjadi "horor" karena serangkaian kejadian demi kejadian. Dengan latar belakang "dunia politik", film ini bikin berdebar sih. Lagu romantis Kaulah Segalanya, jadi ga romatis lagi di film ini. Fiyuh! 


Film selanjutnya yang akan ditonton di bioskop apa ya? Hmmm....  

Jumat, 17 Februari 2023

Coretan Senja

Halo 2023! 
Alhamdulillah perjalanan sudah sampai bulan Februari aja nih di tahun yang baru.
Semoga cita cita, keinginan, impian, harapan, akan terwujud. Semoga hal hal baik nan menggembirakan akan hadir di tahun ini. Aamiin.
Corat coret apa ya? Hmmm... lagi syubidubidu pampam banget kalau ketemu orang orang terus pada nanya... sehat kan, gak lagi sakit kan? dengan tatapan yang gimanaaa gituuu... haha! Padahal ya sudah dijawab, Alhamdulillah sehat.
Oke, mungkin karena berat badan yang berkurang beberapa kilo ini, terus difikir kurusan karena sakit. Ya kalau badan pegel pegel mah dari dulu juga iya, haha!
Hmmm... ini badan kurusan emang sengaja sih. Awalnya dari sekitar tahun 2020, mulai mengurangi konsumsi gula, makan "berat" juga dikurangi. Cuman ya ga bisa kalau jauh jauh dari gorengan, asli! Ga sanggup! Jadinya acara ngemil nih masih jalan. Kalau olahraga juga jarang, bahkan mungkin ga pernah ada "waktu khusus" buat olahraga. Cuman ya jalan kaki wira wiri, melakukan aktivitas pekerjaan rumah, mungkin ada pengaruhnya juga bisa mengurangi berat badan.
Jadi, kalau dihitung hitung ya dari tahun 2020-2023 ini berat badan berkurang sekitar 10an + kilo. Yay! Masih ingin mengurangi beberapa kilo lagi tapi kok ya susah amat. Hiks.
Yah, Alhamdulillah, target turun berat badan tercapai. Hore! 
Baiklah, sekian dulu corat coret blog kesayangan. Selamat menikmati sore. 

Minggu, 30 Januari 2022

SEBUAH HARAP - Cerita Pendek


SEBUAH HARAP

 

          “Hari Sabtu ini ada acara kemana?” Diko membuka pembicaraan saat kami duduk duduk di taman sekolah.

          “Nanya ke siapa?” Arie menjawab Diko.

          “Ya nanya ke kalian semua.”

          “Pacaran saya.”

          “Ah, ralat, kecuali kamu Ri.” Arie tertawa.

          “Aku mau nemenin Mama, Papa, ke rumah Om, ada rapat keluarga acara persiapan pernikahan anaknya.” Vira buka suara.

          Busyet sepupu kamu sudah mau nikah aja Vir!”

          “Kakak sepupuku itu 15 tahun lebih tua dari aku.”

          “Oalah. Kirain masih sekolah juga.”

          “Ya enggalah!”

          “Eh, santai, ga usah nyolot!”

          “Dih!”

          “Tolong ya ga usah pakai acara berantem nih kalian berdua.”

          “Lha, dia yang mulai duluan Ko.”

          “Lho kok jadi nyalahin aku.”

          “Stttt!!!”

Aku tertawa melihat Arie vs Vira yang jarang akur.

“Kalau kamu ada acara apa Ta?”

          Jantungku berdegup.

          “Di rumah aja Ko.”

          “Septa, sekali kali kalau weekend itu jalan kemana kek. Main kek, apa kek.”

          “Vir, suka suka dialah.”

          “Eh, aku tuh ngomong sama Septa ya, bukan sama kamu Arie.”

“Ya kalau Septa ini memang lebih suka di rumah emang kenapa?”

“Ya engga apa apa sih. Ya emang sih Septa ini anak yang hobi bener bantuin Bundanya.”

          “Ya baguslah bantu bantu di rumah. Daripada kamu…”

          “Apa?!”

          Peace!”

          “Kalau ga hunting foto bareng kita, ga bakal deh Septa keluar rumah pas weekend.”

          “Hehehe…”

          “Kalau Sabtu besok kita nonton film gimana Ta?” Jantungku berdegup lagi.

          “Aku dukung kamu Ko! Ajakin ini si Septa jalan.”

          “Kali ini aku setuju sama Vira.”

          “Hih! Aku ga minta persetujuan kamu ya.”

          Please…”

          Guys, ini lagi ngomong sama Septa ya, jadi tolonglah ga usah pakai acara ribut ribut dulu.”

          Oke Diko. Ayo Septa dijawab itu pertanyaan Diko.”

          “Iya Vir. Oke, kita nonton Ko.”

          “Siplah.”

*

          Rasanya masih tidak percaya hari Sabtu nanti aku akan menonton film bersama Diko. Aku suka Diko. Diko adalah tipe cowok idamanku. Aku dan Diko yang berbeda kelas dipertemukan karena hobi memotret. Arie dan Vira teman sekelasku yang awalnya mengajakku untuk hunting foto, karena mereka tahu aku suka memotret. Jadilah kami berempat, dan 12 orang teman lainnya dari kelas yang berbeda, tergabung dalam club foto sekolah ala ala.

*

          Diko menjemputku di Sabtu sore ini. Setelah berpamitan dengan Bunda dan Ayah, kami menuju ke bioskop untuk menonton sebuah film pahlawan super hero Indonesia. Aku senang sekali bisa pergi berboncengan dengan Diko seperti ini.

*

          Hatiku masih berbunga jika menginggat yang terjadi di hari Sabtu lalu bersama Diko. Setelah acara menonton film selesai, Diko mengajakku mengobrol di sebuah coffe shop. Aku dan Diko berbagi cerita, lebih banyak membahas soal memotret tentunya. Ah, obrolan apapun akan terasa menyenangkan jika mengobrol bersama seseorang yang kita suka.

          Thanks ya Septa. Aku akan traktir kamu!” Diko menghampiri saat aku, Arie, dan Vira, sedang duduk duduk di taman sekolah, tempat favorit.

          “Lho kok cuman Septa yang ditraktir. Aku dan Vira engga nih?”

          Sorry guys, ini khusus untuk Septa saja.”

          “Ah teganya!” Vira langsung manyun.

          “Makasih Diko. Tapi ini dalam rangka apa ya traktirannya?”

          “Karena kamu sudah membantuku kembali kepada Citra.”

          Jantungku berdegup mendengar nama mantan pacar Diko yang tetangga satu komplek rumahnya itu.

          “Eh, gimana, gimana?”

          “Jadi, waktu aku dan Septa nonton kemarin, kan aku posting di IG story tuh.”

          “Iya aku lihat. Kamu juga mention Septa kan?”

          “Betul sekali Vir. Nah, rupanya Citra lihat dan dia…”

          “Dia cemburu, terus dia minta balikan lagi sama kamu.”

          “Kira kira begitu Arie…”

          “Wah, selamat Diko! Ya dasarnya kalian berdua memang masih ada rasa kan ya? Bucin bucin.”

“Ah, Vira!”

“Septa, kamu harus minta traktiran yang mahal ke Diko!”

“Setuju Vir!”

“Dih, apaan sih setuju setuju aja.”

          Guys…”

          Vira dan Arie kompakan menutup mulut mereka dengan tangan.

          “Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih untuk kamu Septa, teman baikku. So, pizza size big, steak premium, kopi hits? Apapun Septa.”

          Wait, best friend? Oh, hatiku, yang kuat kamu. ***


Melewati Waktu

Akhir-akhir ini sering naik bus dalam melakukan sebuah perjalanan. Senang rasanya jika sudah mengincar suatu tempat untuk dikunjungi, eh ada...